Kepala Satker PPS Jambi, Edia Putra, menegaskan secara keseluruhan progres proyek telah mencapai angka yang cukup signifikan menjelang tenggat waktu yang diberikan Kementerian PU pusat sesuai kontrak pekerjaan.
"Progres sekarang sekitar 70-an persen. Pekerjaan yang sudah teratap itu ya disegerakan 100 persen, " sebut Edia.
Beberapa fasilitas publik dan pendidikan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan menjadi fokus utama percepatan seperti Masjid, Gedung Serbaguna, Asrama, Gedung Sekolah (SD, SMP, SMA), Kantin.
Untuk mengejar penyelesaian gedung-gedung tersebut, Edia menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan penyedia jasa yakni PT. Sasmito untuk menambah jumlah pekerja serta memastikan material selalu siap.
"Kalau seperti masjid, ruang serbaguna, asrama, SD, SMP, SMA dan kantin itu disegerakan, diupayakan dengan penambahan tenaga kerja dan persiapan penyediaan material. Disegerakan didatangkan, agar tenaga memadai dan material yang digunakan sudah ready," jelas Edia.
Mengingat sisa waktu yang hanya sekitar 15 hari lagi, Satker PPS berpegang teguh ditargetkan selesai pada tenggat dari pusat yang telah ditetapkan yakni pada 20 Juni 2026.
"Kami upayakan semaksimal mungkin pekerjaan ini, kami berjibaku di lapangan, " tuturnya.
Sementara Gubernur Jambi Al Haris yang berkeliling melakukan tinjauan langsung mendorong manajemen proyek untuk mempercepat proses pembangunan mengingat masa penerimaan siswa baru yang sudah semakin dekat.
Meskipun progres fisik saat ini sudah mendekati 70 persen, kondisi kontur tanah rawa yang memerlukan pematangan lahan ekstra sempat menjadi kendala utama di awal pembangunan.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pihak pemerintah sangat memprioritaskan kehadiran sekolah ini guna memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di daerah terpencil, khususnya dari keluarga kurang mampu.
"Kita ingin anak-anak yang sekolah di sini cerdas, berakhlak, dengan kemampuan yang luar biasa ke depan. Sebagai rakyat Jambi, saya bangga pemerintah memikirkan bagaimana pendidikan anak-anak bisa sampai ke desa terpencil. Apalagi ini untuk anak-anak kita yang dari keluarga tidak mampu," kata Al Haris yang didampingi Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Jambi Edia Putra dan pihak Kontraktor PT. Sasmito.
Untuk mengantisipasi jadwal mulainya tahun ajaran baru sementara gedung utama masih dalam tahap penyelesaian akhir, Pemerintah Provinsi Jambi tengah melalukan koordinasi untuk mencari gedung dinas atau fasilitas sementara yang layak di wilayah Sabak, Tanjung Jabung Timur.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jambi dilakukan di dua lokasi, yakni Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, dan Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Dua proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp446,49 miliar dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.
Pembangunan berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jambi. Kontraktor pelaksana proyek adalah PT. Sasmito.
Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah terpadu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap lokasi memiliki 36 rombongan belajar dengan total kapasitas 1.080 siswa.
Rinciannya, jenjang SD disiapkan 18 rombongan belajar untuk 540 siswa. Sementara itu, jenjang SMP memiliki 9 rombongan belajar untuk 270 siswa, dan jenjang SMA juga memiliki 9 rombongan belajar untuk 270 siswa. Setiap rombongan belajar dirancang menampung sekitar 30 siswa.(anr)

0 Komentar