Menurut Sarwani, kondisi bahu Jalan Ness saat ini terlalu sempit dan tidak lagi sebanding dengan tingginya volume kendaraan. Akibatnya, jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batang Hari ini kerap berubah menjadi 'jalur maut' bagi para pengendara.
"Beberapa bulan terakhir banyak kejadian laka lantas, karena hampir seluruh warga dari berbagai kabupaten/kota di Jambi memakai jalan ini untuk mobilitas," ungkap Sarwani, Senin (24/8/2026).
Melihat urgensi tersebut, politisi Gerindra ini mewanti-wanti Pemprov Jambi agar perbaikan dan pelebaran Jalan Ness tidak lagi ditunda. Ia menegaskan, keselamatan nyawa masyarakat harus menjadi pertimbangan utama, dan menargetkan infrastruktur ini wajib tuntas pada 2027.
"Saya meminta kepada Pak Gubernur untuk menjadikan Jalan Ness sebagai prioritas utama. Jangan ada lagi cerita jalan ini tidak terselesaikan di tahun 2027. Karena secara anggaran kita ada dan mampu," tegasnya.
Sebagai informasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi diproyeksikan akan mengelola alokasi anggaran sebesar Rp427 miliar pada tahun 2027. Dari total postur anggaran tersebut, Sarwani meminta agar Pemprov berani menyisihkan setidaknya Rp26 miliar khusus untuk mengeksekusi pelebaran dan perbaikan Jalan Ness.
Dengan dukungan dana yang memadai, Sarwani optimistis proyek pelebaran jalan ini bisa direalisasikan tahun depan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus memperlancar urat nadi perekonomian masyarakat Jambi. (ldb)

0 Komentar